Telkom Indonesia

Agree Mart (B2C)

Agree Mart adalah produk B2C di Agree Tribe untuk menghubungkan pasar tradisional dengan konsumen produk agrikultur. Saya join dengan input awal berupa survey 90 responden. Saya codify jawaban jadi factors dan pain points, transform ke persona serta customer journey, lalu rancang high-fidelity prototype (skip lo-fi karena time constraint) dan bikin initial design kit agar designer berikutnya bisa scale tanpa mulai dari nol.

Role: Product DesignerB2C CommerceSurvey SynthesisCodificationPrototypingDesign Kit

Background

Agree Mart berfokus ke B2C sales model: memudahkan konsumen membeli produk agrikultur dari pasar/traditional sellers lewat platform.

Input awal: survey 90 responden

Saya dikasih raw survey results (90 participants). Biar nggak jadi “data numpuk”, saya melakukan:

  • coding jawaban (grouping responses)
  • cari pattern: motivations, barriers, trust factors, delivery expectation, price sensitivity
  • turunin jadi persona yang actionable
“Survey itu baru berguna kalau bisa dipaksa jadi keputusan design.”

Customer Journey & Competitor Benchmark

Dari persona dan desk research competitor, saya build customer journey:

  • trigger (kenapa beli)
  • step-by-step buying flow
  • pain points & opportunities
  • trust moments (harga, kualitas, pengiriman)

Prototyping

Karena time constraint, saya skip lo-fi dan langsung hi-fi supaya dev bisa eksekusi cepat. Fokus saya di:

  • flow inti purchase (browse → product → checkout)
  • states penting (empty/error/loading)
  • micro-interaction yang paling ngaruh ke trust

Design Kit untuk scalability

Agar designer berikutnya nggak mulai dari nol, saya bikin initial kit:

  • component set yang dipakai berulang
  • basic spacing rules
  • typography & color usage
  • reusable patterns untuk commerce modules

Collaboration dengan FE & BE

Selama development, saya iterasi untuk nutup gap “interactions yang kepake tapi belum kepikiran”, dan pastiin flow tetap sesuai constraints.